bug on my brain

saya kemarin cukup kaget dengan bug di otak saya. saya sampai cukup kewalahan untuk mengatasinya. hehe…, mungkin butuh sesuatu tindakan yang sedikit serius. 🙂

ternyata otak saya saat di serang pada bagian “seseorang” yang sempat saya sukai membuat otak saya kebingungan bagaimana menanggapi serangan tersebut. bahkan, otak saya pas kemaren di serang dengan nama seseorang itu, ternyata reaksinya sangat kebingungan. no something yang spesial padahal. mungkin karena saya menganggap saya tidak akan diserang di bagian ini membuat pilihan yang “cool” tidak bisa dimunculkan. yang terjadi pada waktu itu, saya keburu-buru untuk mengakhiri peperangan. padahal, yang nyerang sedang lagi asik-asiknya menguasai otak saya.

apa yang saya lakukan?.

keluar ruangan. berharap serangan reda. namun, yang namanya orang lagi senang, yaitu temen2 saya yang sedang menikmati kemenangannya membuat keluar ruangan tidak serta merta mengurangi intensitas serangan mereka. mereka bahkan menjadi dengan kalimat-kalimat persusif yang mengecoh otak. reaksinya adalah, saya harus masuk ke dalam ruangan lagi dan ingin menyelesaikan dengan jantan. :/

selanjutanya adalah melakukan pekerjaan yang menarik perhatian. yaelah…, ternyata itu yang dipilih otak saya untuk mengalihkan perhatian temen2 saya. saya waktu itu malah mengambil senapan angin dan mulai menodongkan kepada mereka. 😦 tambah sedih, :nangisDarah. benar saja, itu menjadi bahan bakar baru untuk mereka. 😥

apakah selanjutnya yang saya lakukan? bisa di tebak, yaitu menghilangkan barang bukti. sang pemuja rahasia menghapus semua foto-foto terpuja. :(. bolehlah untuk tindakan ini. mungkin ini semakin memperparah serangan pada otak saya waktu itu, namun itu juga bisa membuat saya berniat untuk melupakan sang pujaan hati. toh itu sesungguhnya yang sangat saya inginkan. selaras lah dengan agenda saya, hehe,,,,. dan sepertinya bug otak saya memang bersumber dari sana. yah, tau sendiri, semua tindakan seakan tidak bisa dikontrol.

apa inti sebenernya? yaitu:

“menyukai seseorang adalah membuka lubang di otak kita dan kita harus siap untuk menerima serangan. jika kita tak begitu penting untuk itu, baiknya tak usah menyukai.”

lubang itu membuat kita tidak berlaku logis. mungkin saya dulu sangat sombong dengan mengatakan saya sangat logis dalam menyukai seseorang. namun ternyata, semua itu hanya kesombongan belaka. selanjutnya adalah berhati2.

oia, cerita selanjutnya dari semua itu adalah waktu yang menolong saya. semoga dalam waktu cepat lubang tersebut dapat ditangani dengan baik. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s