Sepi seusai Hujan pertama

hari ini hujan pertama, suasana sepi begitu dalam menguasai semua jiwa-jiwa yang sesekali tenggelam dalam alunan ketersendirian. bukan tentang kelam, tapi tentang intensitas sepi yang mengalir deras dengan gelombang-gelombang menghanyutkan. sesekali aku kandas dalam sadar. sesekali aku hanyut terbawa arus dan menghilang dalam genangan rasa.

dingin, hujan bukan hanya menghadirkan sepi. iapun membawa sahabat lamanya. dingin. sahabat lama yang membuat mataku begitu sendu. menjadikan kelopak mata ini bagai lambaian harmonik mengisi ruang kosong dari alunan music klasik. aku begitu hilang. menyembul hanya saat aku menghela nafas. dalam sepi dan dingin aku telah benar-benar larut dalam kesendirian.

jika aku ini adalah mimpi, maka bunyi kipas dari mesin ketik ini adalah terbangunku. dia begitu hangat dan berisik. hingar-bingarnya adala ruh dari kehidupanku. dialah yang ada dalam setiap sepi dan dinginku. sampai saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s