Tips Membaca Ebook Tebal Plus Mengatasi Rasa Malas

Beberapa hari ini saya dilanda malas membaca. Kemungkinan karena Ebook yg saya baca cukup tebal. Ebook yg saya baca kali ini 300 halaman dengan target membaca sepekan harus selesai dan mengerti isinya. mungkin jika buku yg ringan akan sangat memungkinkan. tapi kali ini saya membaca ebook tentang image prosesing. yah, mau tak mau lembar-perlembar mesti dihayati. >.<

berikut yg saya lakukan untuk mengatasi kendala membaca saya tersebut.

1. jangan pernah memaksa diri untuk membuang rasa malas.

2. sadari, jika kita malas, kita sebenernya masih bisa membaca.

3. pecah buku sesuai jumlah chapter. kebetulan ebook yg saya baca ada 7 chapter, jadi saya pecah saja jadi 7 ebook. caranya cukup gampang, tinggal buka saja pdf kita, lalu print as pdf, trus masukkan nomer page yg akan di print(di simpan ke file baru). selanjutnya save saja. note: ebook reader saya adalah google chrome.

nah, begitu saja tulisan saya malam ini, semoga bermanfaat.

menginstall openCV untuk Qt di Windows 7 dengan Mingw dan CMake

Assalamu ‘Alaikum.

kali ini saya ingin berbagi cara menginstall OpenCV untuk Qt. Kali ini saya menginstall di Windows 7 menggunakan Mingw dan CMake.

kebutuhan minimum:

1. telah terinstall Qt dengan paket Mingw.

2. telah terinstall CMake.

3. telah mendaftarkan path

C:\Qt\Qt5.3.2\5.3\mingw482_32\bin

C:\Qt\Qt5.3.2\Tools\mingw482_32\bin

C:\Qt\Qt5.3.2\Tools\QtCreator\bin

C:\Program Files\CMake\bin

“silahkan sesuaikan sendiri dengan yg ada di PC anda”.

4. Extract OpenCV. akan terdapat folder build dan source.

5. buat folder baru pada folder opencv dengan nama release.

6. buka CMake, lalu jelajahi folder source(for source) dan realese(for build).

7. klik configure. tunggu hingga proses selesai. lakukan configure kembali apabila pada list parameter masih ada yg berwarna merah. jika semua list parameter telah putih semua, maka setting  beberapa point berikut:

WITH_QT= centang [true]

CMAKE_BUILD_TYPE=Release

“jika kesulitan mencarinya, gunakan kotak pencarian”

8. klik configure hingga tidak ada parameter yg masih merah.

9. lalu klik generate. pilih compiler gcc dan g++. keduanya ada di C:\Qt\Qt5.3.2\Tools\mingw482_32\bin.

10. penggunaan CMake selesai. lalu tutup.

11. buka cmd. pindah ke folder release.

12. jalankan perintah: mingw32-make. akan memakan waktu yg cukup lama. tunggu hingga proses selesai.

13. jalankan perintah: mingw32-make install. tunggu hingga proses selesai.

14. tambahkan folder opencv/release/bin ke path system.

15. Done!

 

note:

untuk penggunaan di Qt, perlu ditambahkan baris berikut pada file .pro kita.

INCLUDEPATH += C:\opencv\release\install\include

Benarkah pagi telah datang kembali?

lesso se abenta’ah kadheng ngibeh bhenta se laen.

[begitu dengan apa yg aku alami saat ini.]

malam-malam telah kulalui dengan tapaku yang panjang. demi sebuah ambisi yg begitu besar, aku akan mampu bertahan dalam tapa yang sangat tidak masuk akal. aku tak algi bisa menikmati fajar yang membuncah dengan semangat menyapa langit. aku tak sedang berlari dalam tujuan yang panjang. karena langkah maju kadang begitu melelahkan.

tapu kian panjang. kini telah genap 2 bulan 16 hari sejak aku menarik diri dari dunia mimpiku. aku menarik diri. menjauh dari bagaimana aku harus melangkah maju. aku menarik diri dari semua kebisingan orang-orang. aku berada di dalam kamarku, sendirian dan takkan kubiarkan diriku keluar hanya untuk aku bisa maju dalam kancah kehidupan.

aku akan terus bertapa. hingga aku terkejut dalam tapa dan mengharuskan aku melompati jalan-jalan yang panjang. melewati bagaimana harusnya kau berjalan. bagaimana aku harusnya menghadapi rintangan.

namun pagi tak kunjung datang. apakah kini malam ingin pergi? ataukah pagi telah bosan menghampiri?

entahlah, lalu lalang kendaran begitu membisingkan. aku tak dapat dapat menangkap isyarah apapun kecuali kebisingan.

mungkin pagi telah hadir bagi sebagian besar orang, tapi pagi tak pernah mampir ke kamarku, walah hanya untuk basa-basi menyapaku.

Aku Sedang Bahagia

bangun subuh, mandi, ke mesjid, baca ebook.
siang sedikit, mengantar adik ke sekolah, latihan sesekali facebookan hingga dzhuhur tiba. sholat lalu istirahat.
asyar mandi, buka facebook, jalan-jalan di depan rumah. walau tak ada teman, paling tidak aku bisa melihat rumahku yg suatu saat aku akan merindukannya.
magrib, makan, sholat lalu maen pe-es hingga larut malam. jika bosan, maen stronghold, sesekali facebookan. jika datang isya biasanya akan buru-buru sholat isya.
kegiatan facebookan biasanya adu komentar masalah president di group, di status temen hingga share ulang link mereka yg sepemahaman. kadang pula ngintip group tukang caci ulama’. ah, kadang mereka mengerikan. kadang pula mojok. kadang jawab pertanyaan-pertanyaan di group-group berbagi ilmu. walau hanya sebuah saran untuk membuka google. hehe…, 🙂
jika sudah masuk ke dini hari, aku biasanya akan terlelap dengan sendirinya. aku akan terbangun dengan hari esok dengan aktifitas yg sama.

aku benar-benar menyukai semua ini. untuk saat ini.

ternyata aku sedang bahagia. Alhamdulillah…

Mati

mati. aku pernah memiliki seorang teman. entah siapa. lalu tidak begitu lama, ibunya meninggal. kabar ibunya meninggal membuat ibuku sedih. ibu sangat menghawatirkan temanku. aku belum mengerti tentang kematian. dan ibuku membuat pengertian. ibuku memberikan bayangan tentang kematian seorang ibu. itu membuatku sedih. lebih sedih dari temanku.
setiap hari aku murung. temanku itu menghiburku. mengajakku memancing di sungai berdua. mengejar layangan. mencari labalaba. dan aku masih tidak mampu menyembunyikan kesedihanku.
sejak itu aku berdoa untuk menjauhkan kematian dari ibuku. setiap berangkat sekolah aku selalu menoleh ke rumah. “tunggu aku pulang” dalam benakku kuat-kuat. sejak itu aku tidak pernah telat pulang. aku bermain selalu tak terlalu jauh dari rumah. sekali ada kesempatan pulang, biasanya aku langsung pulang. aku mulai betah di rumah. dan jarang sekali aku bermain terlalu lama di luar. aku ketakutan.

aku mulai mengenal kematian. ibuku akan pergi dan tidak pernah kembali.
lalu, aku selalu membayangkan hal-hal yg diluar nalar. mengumpulkan berbagai alasan kematian ibuku . mulai hal sederhana seperti ibu salah menaruh gula yg tertukar dengan pupuk(ini yg sangat aku harapkan, karena kemungkinan aku akan ikut mati). hingga ibuku akan dibunuh orang karena ‘keras’-nya abah. aku terus merangkai berbagai kemungkinan. dan aku semakin gila.
tidak begitu lama, ibuku meninggal dalam doa-doaku. dan sejak itu, aku tidak bisa mengingat siapa temanku itu. siapa namanya, seperti apa wajahnya. hingga kini.