Benarkah pagi telah datang kembali?

lesso se abenta’ah kadheng ngibeh bhenta se laen.

[begitu dengan apa yg aku alami saat ini.]

malam-malam telah kulalui dengan tapaku yang panjang. demi sebuah ambisi yg begitu besar, aku akan mampu bertahan dalam tapa yang sangat tidak masuk akal. aku tak algi bisa menikmati fajar yang membuncah dengan semangat menyapa langit. aku tak sedang berlari dalam tujuan yang panjang. karena langkah maju kadang begitu melelahkan.

tapu kian panjang. kini telah genap 2 bulan 16 hari sejak aku menarik diri dari dunia mimpiku. aku menarik diri. menjauh dari bagaimana aku harus melangkah maju. aku menarik diri dari semua kebisingan orang-orang. aku berada di dalam kamarku, sendirian dan takkan kubiarkan diriku keluar hanya untuk aku bisa maju dalam kancah kehidupan.

aku akan terus bertapa. hingga aku terkejut dalam tapa dan mengharuskan aku melompati jalan-jalan yang panjang. melewati bagaimana harusnya kau berjalan. bagaimana aku harusnya menghadapi rintangan.

namun pagi tak kunjung datang. apakah kini malam ingin pergi? ataukah pagi telah bosan menghampiri?

entahlah, lalu lalang kendaran begitu membisingkan. aku tak dapat dapat menangkap isyarah apapun kecuali kebisingan.

mungkin pagi telah hadir bagi sebagian besar orang, tapi pagi tak pernah mampir ke kamarku, walah hanya untuk basa-basi menyapaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s