composer, git dan laravel: ketiga tools ini penting untuk ngehosin laravel.

mungkin kejadian ini sangat bodoh. tapi, saya harus menulisnya di sini karena mungkin akan sangat berguna bagi saya nantinya. sebatas hanya sebuah catatan. mengingat saya memang orangnya pelupa.

saya menggitin sebuah project ke github. projectnya saya bangun dari laravel5. nah, di laravel ini memang sudah ada config2 untuk versioning dengan gitnya. beberapa banyak di set ignore, terutama pada folder vendor. tentu termasuk dengan autoloadnya. 😀 di sini lah yang membuat saya sedikit terkecoh.

saya hanya ngeclone dari github untuk install laravelnya. tanpa menginstall dari composer. selesai di clone ternyata saya kebingungan karena menampilkan blank page. nah, saya kira masalah permissionnya. saya otak atik dengan chown dan chmod. keduanya tidak berpengaruh sama sekali.

usut punya usut, ketika saya coba tampilin errornya dari public/index.php, maka saya menemukan sebuah error gak bisa ngeload autoload.php. nah, saya jadi yakin karena belum ada apa2nya. 😀 pasti hanya code saya yang tersedia ini. :-#

langkah solusinya hanya install composer lalu jalankan composer install pada root projectnya. udah, beres. 😀 gitu aja.

oia, ada orang kenalan barusan, saya catet di sini nama2nya. takutnya besok saya sudah lupa namanya. 😀

hendra tinggi, baju hijau dan pakai kacamata, tias yang saya ledekin mirasih(modus biar inget sama namanya), dan mega yg berkerudung.

Catatan sebelum Uninstall Lubuntu

reinstall OS terkadang membuat kita sedikit khawatir. apalagi jika OS yang telah digunakan telah terinstall berbagai keperluan sehari-hari. makanya, sebelum uninstall mesti dicatet dulu, apa saja yang nantinya harus tersedia di OS baru. 🙂

untuk catatan saya pribadi, beberapa yang mesti/wajib ada adalah (kira-kira) sebagai berikut:                (catatan pribadi saja, hehe…)

  1. install GCC
  2. install AVR-GCC
  3. install Kicad
  4. install codeblock
  5. install Qt5
  6. install Apache, PHP, MySQL
  7. install composer sekaligus laravel
  8. install sublime +snippet-snippetnya
  9. install git
  10. install chrome
  11. install VLC

sepertinya, hanya itu saja. belum ada tambahan apa2 lagi. semoga selamat sampai tujuan. 😀

 

 

Tips Membaca Ebook Tebal Plus Mengatasi Rasa Malas

Beberapa hari ini saya dilanda malas membaca. Kemungkinan karena Ebook yg saya baca cukup tebal. Ebook yg saya baca kali ini 300 halaman dengan target membaca sepekan harus selesai dan mengerti isinya. mungkin jika buku yg ringan akan sangat memungkinkan. tapi kali ini saya membaca ebook tentang image prosesing. yah, mau tak mau lembar-perlembar mesti dihayati. >.<

berikut yg saya lakukan untuk mengatasi kendala membaca saya tersebut.

1. jangan pernah memaksa diri untuk membuang rasa malas.

2. sadari, jika kita malas, kita sebenernya masih bisa membaca.

3. pecah buku sesuai jumlah chapter. kebetulan ebook yg saya baca ada 7 chapter, jadi saya pecah saja jadi 7 ebook. caranya cukup gampang, tinggal buka saja pdf kita, lalu print as pdf, trus masukkan nomer page yg akan di print(di simpan ke file baru). selanjutnya save saja. note: ebook reader saya adalah google chrome.

nah, begitu saja tulisan saya malam ini, semoga bermanfaat.

fobia sosial.

Memiliki sedikit orang dekat. Semakin sedikit semakin takut pada lingkungan sosial.
Dia merasa, dia tidak mampu menghadapi hidup tanpa orang-orang dekatnya. walau dalam hidupnya, dia sering ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya.
sebenarnya, ketakutannya bukan hanya pada lingkungan sosial, tapi ketakutan terbesarnya adalah kehilangan orang-orang terdekatnya. semakin takut dia kehilangan, semakin takut dia pada lingkungan sosial. seakan dia terjebak dalam lingkaran ketakutan.
sejatinya, dia sendiri, dalam ketakutannya. tak ada orang lain.
apakah dia tahu kondisinya?
    iya, dia tahu apa yang dialaminya.
apakah dia berusaha keluar dari ketakutannya?
    untuk apa? dia tidak memiliki alasan apapun untuk semua itu(kecuali bertahan hidup). dia telah menggunakan semua cara untuk menemukan alasan logis untuk dirinya. mulai mencoba mencampuri urusan orang lain, mencoba menjadi terbaik bagi orang lain, mencoba menyediakan semua waktunya untuk orang lain. hingga akhirnya dia hanya mampu menjadi apapun yang terjadi pada dirinya dalam kepasrahan dan keputus-asaan. dia sendiri, seperti batu kerikil kecil. tak mampu menjadi debu yang berterbangan, tak mampu menjadi pondasi suatu bangunan. ia, kerikil dipinggir jalan, menatap kesibukan orang-orang. yang ia rasakan, ketakutan pada apapun yang dia inginkan.

apa yang dia takuti?
bertemu orang baru, bertemu pada lingkungan baru, bertemu dengan tetangga, bertatap mata dengan orang lain, mengenal orang lain.
apa yang dia lakukan untuk bertahan hidup?
dia mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menghadapi apa yang dia takuti. sesuatu yang sangat mudah bagi orang lain, namun dia harus berkeringat dan dengan adrenalin yang terpompa dengan kencang.
apa yang membuat dia tenang?
saat orang-orang dekatnya merasa tenang.

panduan harianku

beberapa yang harus aku perhatikan:
–> belajar non pekerjaan harus dilakukan pada jam 00:00 lebih hingga jam 06:00
–> jika tidak tidur pada jam 02:00 maka harus menunggu subuh
–> jika tidur ba’da subuh bangun tidur harus jam 10:00
–> jam bekerja mulai jam 10:00 hingga 20:00
–> dalam jam bekerja dilarang membuka facebook
–> mempelajari yang belum dikuasai untuk keperluan pekerjaan dapat dilakukan dalam jam kerja
–> pada jam kerja hanya diberikan alokasi waktu 120 menit untuk keperluan ibadah dan keperluan pribadi.
–> oleh karena itu, diperlukan aplikasi running hour untuk pribadi, bukan untuk memaksa diri tapi lebih ditujukan untuk melatih kedisiplinan dan kebertanggung jawaban.

Hello Word

1. buka visual studio

2. klik new project …

3. gak usah diapa-apain, klik ok saja

4. drag and drop(klik lalu tarik dan lepas) button ke form1.

5. klik dua kali buttonnya

6. ketik berikut:

msgbox(“hello word!!”)

7. tekan f5

6. klik button satu2nya itu, dan nikmati pesan hello wordnya, 😀