Mengurus sertifikat tanah, murah?

Assalamu ‘alaikum…., selamat pagi…, shabahal khaiiir.., good morning…, kali ini saya mau berbagi cerita mengajukan sertifikat tanah ke BPN. Yuk simak baik-baik.

Beberapa bulan lalu, saya baru saja menikah. Dan rencananya saya selanjutnya menetap di rumah istri. Bahagia saya. 😀 Buat yang belum menikah, cepetan menikah!. 😀

Nah, karena status saya sudah berubah, saya berencana mau membuat KK baru. heemmm…, saya mengajukan diri ke rezim pemerintah sekarang untuk diakui sebagai kepala keluarga. Nah, setelah segala perlengkapan untuk pengajuan menjadi kepala keluarga lengkap dari desa dan kecamatan, pergilah saya (bareng Istri tercinta) ke kantor capil kabupaten. Tepatnya capil Probolinggo. (untuk proses pengurusan kependudukan, saya mau cerita di lain postingan). Relatif sepi. Saya hanya mengantri 1 orang di depan saya. Lega.

Setelah selesai urusan KK di Capil Probolinggo, saya jadi teringat ke sawah abah saya yang belum punya sertifikat tanah. Hemm.. :-).  Langsung terpikirkan untuk mengurus sertifikat tanah abah. Dalam pikirku, urusan tanah ribet. Tapi pasti bisa. Tanah milik abah, masak tidak bisa diurus sertifikatnya. Oia, pengurusan tanah milik abah telah dilakukan berkali-kali oleh pihak desa. Namun hasilnya nihil. Telah diurus oleh banyak kepala desa. Setiap pergantian kepala desa, bisa dibilang semuanya minta jatah bayaran mengurus sertifikat tanah itu. Dan sampai saat ini, belum berhasil juga. Inilah yang membuat saya penasaran. Letak permasalahannya ada dimana. Kenapa tanah abah tidak dapat disertifikasi. Pasti bisa!. Pikirku waktu itu.

Saya mencoba berdiskusi ke Istri, menawarkan untuk tidak langsung pulang. Bilang kalau saya masiih mau mampir ke kantor pertanahan. Istri rupanya senang. Raut wajahnya membuatku suka melihatnya. Tanpa ragu, saya bertanya dengan orang-orang yang ada di sekitar lingkungan kantor capil. Dimana letak kantor pertanahan?. Beberapa orang menunjukkan kantor pertahanan ada di sebelah parkiran kantor capil. Yes!. Tidak harus kemana-mana. Saya dengan istri lansung ke kantor yang ditunjukkan oleh orang-orang.

Sesampainya di depan kantor, saya mulai merasa aneh. Kantor pertanahan sepi. Sepi sekali. Terlihat beberapa pot bunga. Kursi tunggu yang sepertinya jarang diduduki. Seperti tidak ada aktifitas sama sekali. Saya menoleh ke istri dengan perasaan aneh. “Kok sepi ya, biasanya pertanahan itu ramai”, ucap saya merasa aneh. Ku intip orang-orang dari pintu utama sembari mengucapkan salam. Dari kejauhan terdengar orang menjawab salam saya. Hem, ternyata ada orang. Kutunggu di luar pintu utama. Tak ada yang keluar. Dengan perasaan sungkan, saya mengintip dari balik daun pintu. Yassalaaamm…., orang yang menjawab salam saya, dia duduk berdua di lorong kantor. Mereka asik mengobrol. Tanpa ada sedikitpun tanda-tanda akan keluar menemui kami, tamunya. Membuang semua sungkan, saya lansung menghampiri mereka berdua. Menemui mereka berdua.

“pak, di sini kantor pertanahan?”, sapaku langsung ke topik pembicaraan. Satu orang dari mereka mengiyakan. Satunya lagi asik dengan telepon genggamnya. Cuek dan seperti tidak peduli dengan orang lain(mungkinkah saya seperti itu ketika memegang telepon genggam?). Lalu kami berdiskusi perihal saya ke kantor ini. Saya ungkapkan keinginan saya untuk membuat sertifikat tanah. Kedua bapak-bapak bingung. Mereka mengatakan kalau kantor ini tidak mengurus sertifikat tanah. Sayapun memastikan kembali, apakah kantor ini adalah kantor pertanahan. Mereka mengiyakan. Saya katakan, urusan sertifikat tanah, adalah urusan kantor pertanahan. Mereka mulai tidak yakin. Setelah beberapa saat berfikir, sungguh ajaib hasil maha karya pemikiran mereka. Mereka menyarankan ke dinas perijinan. Allah kariiimm…., sayapun mulai  menyerah. Dengan wajah kecewa, saya ungkapkan, saya tidak sedang minta surat ijin sesuatu. Saya sedang ingin berniat mengurus sertifikat tanah.

Mereka berdua masih berdiskusi. Alhasil, mereka menyuruh kami berdua masuk ke suatu ruangan. Ternyata kantor ini luas. Sesampainya di tengah ruangan, saya ditemui oleh bapak-bapak lain. Beliau mempersilahkan masuk. Lalu, kami berdiskusi tentang maksud saya datang ke kantor ini. Bapak ini langsung menjelaskan, benar kantor ini adalah kantor pertahanan. Namun, kantor ini khusus untuk pengurusan tanah-tanah yang bukan tanah pribadi. Tepatnya, tanah-tanah milik negara atau tanah umum seperti sekolah dan lain-lain. Akhirnya saya pun sadar, ternyata saya salah masuk kantor. 😀 Tanpa melanjutkan diskusi lebih lanjut, saya mencoba menutup perbincangan dengan menanyakan letak kantor pertanan yang mengurus sertifikat tanah pribadi. Beliau menjelaskan rute-rutenya. Sayapun mencoba mengingat-ngingat rute yang beliau sampaikan. Lalu kamipun pamit.

 

[bersambung]

Advertisements

Sertifikat Gratis untuk Website kamu!

Install

Dalam OS ubuntu, install terlebih dahulu Certbot dari PPA. Selanjutnya lakukan penginstallan Certbotnya.

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install software-properties-common
$ sudo add-apt-repository ppa:certbot/certbot
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install python-certbot-apache 

Certbot’s ini adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Let’s Encrypt’s ACMEv2 .

Penggunaan

Certbot adalah plugin apache yang sudah masuk ke versi beta. Yang dapat digunakan dalam berbagai platform.

Lakukan perintah berikut untuk menjalankan certbot-nya.

$ sudo certbot --apache

Dengan menjalankan perintah diatas, kamu akan dibimbing untuk penggunaan sertifikatnya. Setelah semua langkah dilakukan, maka dengan otomatis apache-nya terinstall sertifikat. Selanjutnya, kunjungi web kamu. apa sudah bisa diakses via https?

Jika kamu hanya ingin sertifikatnya saja dan akan melakukan instalasi sertifikatnya dengan manual ke apache-nya, dapat melakukan perintah berikut:

$ sudo certbot --apache certonly

Kalau kamu mau mengetahui lebih lanjut tentang certbot, dapat mengunjungi dokumentasi lengkapnya di sini >> certbot documentation.

Cross Compile Qt5 from linux for windows

  1. clone mxe
    git clone https://github.com/mxe/mxe.git
  2. install dependensi mxe
    apt-get install  autoconf automake autopoint bash bison bzip2 flex g++ g++-multilib gettext git gperf intltool libc6-dev-i386 libgdk-pixbuf2.0-dev libltdl-dev libssl-dev libtool-bin libxml-parser-perl make openssl p7zip-full patch perl pkg-config python ruby scons sed unzip wget xz-utils

    Untuk sistem debian 32 atau linux lainnya, bisa dicek di sini: http://mxe.cc/#requirements

  3. make qt5
    (ini membutuhkan waktu yang sangat lama tergantung kecepatan leptop anda)

    cd mxe & make qt5
  4. set path
    Tambahkan direktori berikut ke path

    [directory mxe]/usr/bin/
  5. Done!
    selesai.

how to use:

  1. go to your project directory
  2. generate makefile
    i686-w64-mingw32.static-qmake-qt5
  3. build
    make
  4. Done!

    Akan file .exe pada  subfolder release di project anda. Selamat, proses cross compiling selesai!. 🙂

 

Catatan ini diambil dari https://askubuntu.com/questions/656219/building-a-windows-executable-in-qt-on-a-linux-system

Php7.1, anda akan disiplin menggunakan Type Variable!

jika PHP kita kenal sangat ramah dalam aturan penggunaan type data, maka anda mungkin akan sedikit merasa berbeda pada PHP7.1. ini juga terjadi pada salah satu code saya.

penjumlahan atau aritmatika lainnya, sangat beresiko terjadi kesalahan. untuk versi < PHP7.1, variable non number akan dianggap 0. namun berbeda pada PHP7.1, penjumlahan variable non number akan menghasilkan error. progress yang sangat waw sekali!

bayangkan saja, banyak sekali programmer PHP yang tidak disiplin untuk mengecek isi dari variable-nya ditambah lagi PHP bertipe varian(dalam sudut pandang penggunaan). Semua variable seakan dianggap sama. Yang membedakan adalah value-nya. Alhasil, ketika code-code ini diproduksi, maka sangat rentan menjadi error. Sebagai contoh, DomPDF. Library yang sangat banyak penggunanya inipun kena imbasnya. betapa mereka tidak disiplinnya mengecek value(karena memang hanya value-nya saja yg membedakan mana yang number mana yang bukan). Daaaan…, akhirnya malam saya menjadi malam yang panjang. 😀 LOL!

Solusi untuk yang bertemu dengan error “Non Number Encountered” di PHP adalah dengan 2 pilihan:

  1. ignore error dengan @. (unrecomended)
  2. lakukan casting! (pastikan variable adalah int atau float atau lainnya)
  3. tentukan sejak awal tipe datanya(recomended). 🙂 seperti programmer2 bahasa lainnya. (like C/C++ and Java) 😀
  4. untuk error yg diproduksi oleh Dompdf, update ke versi ^0.8.0! (begitupun pada library lainnya, coba cek repositorynya, apa sudah support php7.1)/

Algoritma Anti Bouncing

Interupt Rising

  1. set interupt rising.
  2. cek interupt apakah terjadi dalam rentang waktu cepat(ex. 20), jika iya, abaikan(close).
  3. increment event-counter.
  4. thread pengumpul, cek event-counter rising? jika tidak abaikan(close).
  5. delay beberapa saat(ex 20).
  6. cek apakah pin benar2 up? jika tidak abaikan(close).
  7. increment counter!.

 

berlaku juga untuk falling juga. ini digunakan apabila rangkaian sangat tidak stabil dengan frekuensi counter rendah. 🙂

Multithreading di C

assalamu’alaikum semuanya.

saya mau berbagi tentang multithreading di  bahasa C.

pertama include dahulu library-nya. saya menggunakan pthread.h.

selanjutnya beberapa hal yg mesti diperhatikan:

  1. fungsi pthread_create
  2. fungsi pthread_cancel

baru itu yg saya pelajari. hahaha…

 

sesi curhat:

sekarang saya sangat merasa nyaman dengan C/C++ tapi masih sangat bergantung dengan IDE. tapi, bisikan seorang kawan dengan kemudahan yg ditawarkan oleh node.js, saya kok jadi pengen belajar ya? hehe…

 

Post from Qt5

#include <QCoreApplication>
#include <QDebug>
#include <QNetworkAccessManager>
#include <QNetworkRequest>
#include <QNetworkReply>
#include <QUrl>
#include <QUrlQuery>
void sendRequest();
int main(int argc, char *argv[])
{
    QCoreApplication a(argc, argv);
    sendRequest();
    return 0;// a.exec();
}
void sendRequest(){
   QByteArray data;
    QUrlQuery params;
    params.addQueryItem("param1", "value1");
    params.addQueryItem("param2", "value2");
    params.addQueryItem("param3", "value3");
    data.append(params.toString());
    qDebug()<<data;
    QEventLoop eventLoop;
    QNetworkAccessManager manager;
    QObject::connect(&manager, SIGNAL(finished(QNetworkReply*)), &eventLoop, SLOT(quit()));
    QNetworkRequest request(QUrl("http://mars.dev/test"));
    request.setHeader(QNetworkRequest::ContentTypeHeader,QStringLiteral("application/x-www-form-urlencoded"));
    QNetworkReply *reply = manager.post(request,data);
    qDebug()<<"tunggu";
    eventLoop.exec(); // tunggu hingga request finish
    if (reply->error() == QNetworkReply::NoError) {
        //success
        qDebug() << "Success" <<reply->readAll();
        delete reply;
    }
    else {
        //failure
        qDebug() << "Failure" <<reply->errorString();
        delete reply;
    }
    qDebug()<<"selesai";
}